FokusBatam.com – Pengelola kawasan industri WIRARAJA Green Renewable Energy and Smart Eco Industrial Park (GESEIP) kembali mengintensifkan promosi investasi ke Korea Selatan sebagai bagian dari strategi mempercepat realisasi penanaman modal asing di Indonesia. Dalam kunjungan ke Seoul, manajemen WIRARAJA GESEIP melakukan negosiasi lanjutan dengan sejumlah calon investor Korea untuk skema kerja sama joint venture (JV).
Presiden Direktur WIRARAJA GESEIP, Akhmad Ma’ruf Maulanan menyatakan pembicaraan dengan calon mitra Korea telah memasuki tahap pendalaman minat dan kebutuhan investasi, termasuk pemetaan sektor yang berpotensi segera dieksekusi.
“Kami sedang membahas secara detail minat dan kebutuhan calon investor Korea untuk rencana joint venture. Target kami, pembicaraan ini dapat ditindaklanjuti dengan langkah konkret pada kunjungan berikutnya,” ujar Ma’ruf, Senin (16/2/2026).
Manajemen menargetkan kunjungan lanjutan ke Seoul pada April 2026 untuk finalisasi kesepakatan awal dengan sejumlah perusahaan Korea Selatan. Setelah itu, WIRARAJA GESEIP juga menjadwalkan agenda promosi lanjutan ke Washington DC guna melakukan penandatanganan kerja sama joint venture dengan beberapa perusahaan teknologi semikonduktor yang telah lama masuk dalam pipeline kerja sama.
Langkah ini mencerminkan strategi WIRARAJA GESEIP untuk memperluas basis investor global dan mendorong percepatan realisasi investasi di sektor industri bernilai tambah tinggi, sejalan dengan agenda hilirisasi dan penguatan ekosistem manufaktur berteknologi menengah-tinggi di Indonesia.
Di tengah dinamika global, manajemen menilai iklim investasi Indonesia masih memiliki daya tarik, didukung oleh reformasi regulasi dan insentif fiskal yang ditawarkan pemerintah.
“Batam diposisikan sebagai salah satu hub utama investasi karena statusnya sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB), serta kedekatan geografis dengan jalur pelayaran internasional di Selat Malaka,” tuturnya.
Dari perspektif bisnis kawasan industri, keberhasilan mengonversi minat investor menjadi realisasi proyek JV dinilai krusial untuk meningkatkan okupansi lahan, mempercepat pembangunan infrastruktur kawasan, serta menciptakan efek pengganda terhadap ekonomi regional.
“Manajemen WIRARAJA GESEIP menargetkan sejumlah kesepakatan investasi dapat masuk tahap eksekusi pada tahun berjalan, seiring menguatnya minat investor asing terhadap basis produksi di Indonesia,” pungkasnya. (redaksi)

