July 27, 2026

BP Batam dan PLN Perkuat Sinergi, KEK Tanjung Sauh Disiapkan Jadi Hub Industri dan Energi Baru

BP Batam dan PLN Batam jalin kerja sama dengan KEK Tanjung Sauh. F dok BP Batam

FokusBatam.com – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) memperkuat kolaborasi dengan PT PLN Batam dan Panbil Group untuk mempercepat pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh. Sinergi tersebut diarahkan untuk memperkuat infrastruktur energi sekaligus mendorong realisasi investasi di kawasan yang diproyeksikan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru Batam.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan dua nota kesepahaman (MoU) di Marketing Center BP Batam baru-baru ini.

MoU pertama dilakukan antara BP Batam dan PT Nusatama Properta Panbil terkait dukungan investasi dan percepatan perizinan di KEK Tanjung Sauh. Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Kepala BP Batam Amsakar Achmad bersama Komisaris Utama PT Nusatama Properta Panbil Johanes Kennedy Aritonang.

Sementara itu, MoU kedua melibatkan PT PLN Batam dan PT Panbil Utilitas Sentosa terkait kerja sama penguatan keandalan sistem kelistrikan PLN Batam. Kesepakatan ini ditandatangani Direktur Utama PT PLN Batam Kwin Fo dan Direktur Utama PT Panbil Utilitas Sentosa Frans Richard Leonard.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem investasi yang terintegrasi di KEK Tanjung Sauh. Selain kemudahan investasi dan percepatan perizinan, ketersediaan energi listrik yang memadai dan andal menjadi salah satu faktor penting untuk menarik investor, terutama industri yang membutuhkan pasokan energi dalam jumlah besar.

Chairman Panbil Group sekaligus Komisaris Utama PT Nusatama Properta Panbil, Johanes Kennedy Aritonang, mengatakan Panbil Group tengah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Sauh dengan kapasitas tahap pertama mencapai 300 megawatt (MW). Pembangkit tersebut ditargetkan mulai memasok listrik untuk Batam dan Bintan pada Desember 2026, sementara unit kedua dijadwalkan beroperasi pada Maret 2027.

“Keberadaan PLTU Tanjung Sauh didukung oleh lokasi yang strategis dan terintegrasi dengan sistem kelistrikan yang telah ada, sehingga mampu saling melengkapi dengan PLTU Tanjung Kasam,” ujar Johanes.

Menurut Johanes, pembangunan infrastruktur energi tersebut akan menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan KEK Tanjung Sauh. Kawasan ini diharapkan tidak hanya menjadi destinasi industri baru, tetapi juga berkembang sebagai hub energi dan logistik yang dapat memperkuat daya saing Batam di tingkat regional.

Dari sisi kelistrikan, PLN Batam melihat pengembangan Tanjung Sauh sebagai peluang untuk memperkuat kapasitas pasokan energi di tengah meningkatnya permintaan listrik. Pertumbuhan investasi dan aktivitas ekonomi di Batam diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan listrik dari sektor industri maupun rumah tangga.

Direktur Utama PT PLN Batam Kwin Fo mengatakan keberadaan pembangkit baru di Tanjung Sauh akan menjadi tambahan penting bagi sistem kelistrikan Batam.

“Pertumbuhan investasi membutuhkan pasokan listrik yang semakin besar dan andal. Di sisi lain, kebutuhan listrik dari sektor industri maupun rumah tangga juga terus meningkat. Karena itu, kehadiran KEK Tanjung Sauh menjadi angin segar bagi PLN Batam dalam menjaga keandalan pasokan listrik,” kata Kwin.

Bagi BP Batam, penguatan infrastruktur energi dan percepatan investasi menjadi dua faktor yang saling berkaitan. Ketersediaan listrik yang andal diperlukan untuk mendukung kegiatan industri, sementara masuknya investasi baru akan meningkatkan kebutuhan energi di kawasan Batam dan sekitarnya.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengapresiasi sinergi antara BP Batam, Panbil Group, dan PLN Batam dalam mendorong percepatan pengembangan KEK Tanjung Sauh. Menurutnya, kerja sama tersebut dapat memperkuat daya saing Batam sekaligus mendorong munculnya pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Semoga kerja sama dan kontribusi yang kita bangun bersama ini mampu memberikan manfaat nyata bagi percepatan investasi, pertumbuhan ekonomi daerah, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Pengembangan KEK Tanjung Sauh dengan dukungan infrastruktur energi dan sistem kelistrikan yang lebih kuat diharapkan mampu menciptakan ekosistem investasi yang lebih kompetitif. Dengan posisi strategis Batam dalam jalur perdagangan regional, kawasan tersebut berpotensi dikembangkan sebagai simpul baru bagi aktivitas industri, energi, dan logistik.

Sinergi BP Batam, PLN Batam, dan Panbil Group pun menjadi salah satu langkah penting dalam menyiapkan fondasi pengembangan Tanjung Sauh. Ke depan, percepatan perizinan, kesiapan infrastruktur, dan kepastian pasokan energi akan menjadi faktor kunci dalam menentukan seberapa cepat kawasan tersebut mampu menarik investasi dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Batam.

By Redaksi

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!