August 7, 2026

InfraNexia Cetak Pendapatan Rp7,7 Triliun di Semester I 2026, Kontribusi Non-TelkomGroup Melonjak 31%

InfraNexia catatkan laba di semester I/2026. F dok Telkom

FokusBatam.com – PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang semester pertama 2026, dengan pendapatan mencapai Rp7,7 triliun. Meski komposisi pendapatan masih didominasi oleh ekosistem TelkomGroup, sinyal diversifikasi bisnis perusahaan mulai terlihat jelas dari pertumbuhan pendapatan pelanggan di luar TelkomGroup yang melesat 31% secara tahunan menjadi Rp939 miliar.

Dari sisi profitabilitas, InfraNexia mencatatkan margin EBITDA sebesar 54,5% pada paruh pertama tahun ini. Angka tersebut ditopang oleh disiplin operasional, efisiensi biaya, digitalisasi proses bisnis, serta integrasi pengelolaan aset yang semakin matang — indikasi bahwa pertumbuhan skala bisnis perusahaan tidak mengorbankan efisiensi.

Kinerja ini tidak lepas dari langkah strategis pengalihan sebagian bisnis dan aset wholesale fiber connectivity dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang efektif berlaku sejak 1 Januari 2026. Sejak saat itu, InfraNexia memasuki babak baru dengan skala operasi dan kapabilitas infrastruktur yang jauh lebih besar, sekaligus membuka peluang monetisasi dan kolaborasi yang lebih luas di pasar eksternal.

Dari sisi segmen bisnis, Wholesale Network — yang menaungi Metronexia, Wavenexia, dan IP Nexia — mencatat pertumbuhan pendapatan 12,7% secara tahunan pasca-pengalihan pengelolaan ke InfraNexia. Pertumbuhan ini didorong oleh permintaan yang konsisten terhadap layanan core network di tengah meningkatnya aktivitas digital. Sementara itu, segmen FTTx & Infrastructure Sharing turut memperkuat portofolio perusahaan lewat optimalisasi pemanfaatan infrastructure sharing.

Seiring perluasan skala bisnis, InfraNexia juga memperkuat kapasitas organisasinya. Jumlah karyawan perusahaan tumbuh dari 1.128 menjadi 1.338 orang sepanjang semester I 2026, guna mendukung kompleksitas operasional dan percepatan agenda transformasi perusahaan.

Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf menilai pencapaian ini mencerminkan penguatan daya saing perusahaan di tengah transformasi bisnis yang tengah berjalan.

“Pertumbuhan pendapatan eksternal dan kinerja positif InfraNexia menunjukkan bahwa proses bisnis yang kami jalankan mulai memperkuat daya saing InfraNexia. Selain memperbesar skala bisnis, fokus kami juga terus memastikan aset dan kapabilitas yang dimiliki dapat dikelola secara lebih produktif, efisien, dan relevan dengan kebutuhan industri,” ujar Lukman.

Sebagai bagian dari TelkomGroup, InfraNexia turut mendukung komitmen Danantara Indonesia dalam memperkuat fondasi ekonomi digital nasional. Transformasi yang dijalankan perusahaan sejalan dengan agenda mendorong pengelolaan aset negara yang lebih produktif, berdaya saing, dan mampu menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan.

Lukman menegaskan semester pertama 2026 menjadi periode krusial bagi InfraNexia dalam membangun fondasi sebagai perusahaan infrastruktur digital yang kompetitif, sekaligus komitmen untuk terus memperluas kolaborasi dengan pelaku industri melalui inovasi dan modernisasi jaringan.

“Melalui sinergi bersama Danantara Indonesia, InfraNexia sebagai bagian dari TelkomGroup optimistis dapat terus memperkuat perannya sebagai penggerak ekosistem digital nasional. Dengan disiplin operasional dan eksekusi transformasi yang konsisten, kami berkomitmen menghadirkan infrastruktur digital yang andal, efisien, dan berkelanjutan sekaligus menciptakan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Lukman.(redaksi)

By Redaksi

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!