July 10, 2026

PMDN Batam Melonjak 125%, Investasi Makin Didominasi Industri Bernilai Tambah

Ilustrasi peningkatan realisasi investasi. F Ist

FokusBatam.com – Struktur investasi di Batam semakin menunjukkan kualitas yang lebih baik. Selain didorong pertumbuhan Penanaman Modal Asing (PMA), peningkatan investasi juga ditopang lonjakan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) serta dominasi sektor industri bernilai tambah.

Sepanjang 2025, realisasi PMDN mencapai Rp18,43 triliun atau meningkat 125,86% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp8,16 triliun. Pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya optimisme pelaku usaha nasional terhadap prospek ekonomi Batam.

Di sisi lain, realisasi PMA mencapai Rp25,58 triliun atau tumbuh 47,81% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp17,30 triliun. Singapura masih menjadi sumber investasi terbesar, diikuti sejumlah negara mitra strategis lainnya yang terus memperluas aktivitas usahanya di Batam.

Pada Triwulan I 2026, lima negara investor terbesar berasal dari Singapura, Hong Kong, Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang. Komposisi tersebut menunjukkan Batam memiliki basis investor yang semakin beragam sehingga tidak bergantung pada satu negara tertentu.

Dari sisi sektor usaha, investasi yang masuk didominasi sektor bernilai tambah tinggi. Industri mesin dan elektronik menjadi kontributor terbesar dengan porsi 23,65%, disusul sektor kimia dan farmasi sebesar 21,18%, jasa lainnya sebesar 17,70%, serta kawasan industri dan properti sebesar 13,09%.

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan investasi Batam tidak hanya ditopang sektor properti, tetapi juga manufaktur, teknologi, dan sektor produktif lainnya yang berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja serta peningkatan daya saing ekonomi.

Untuk menjaga momentum tersebut, BP Batam terus mendorong berbagai kebijakan strategis, salah satunya melalui perluasan wilayah Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2025.

Melalui regulasi tersebut, cakupan wilayah KPBPB Batam bertambah dari delapan pulau menjadi 22 pulau dengan luas kawasan meningkat dari sekitar 71.500 hektare menjadi 152.686,44 hektare. Perluasan ini membuka ruang pengembangan investasi baru untuk mendukung industri, logistik, pariwisata, energi, hingga sektor ekonomi masa depan.

Selain itu, BP Batam juga mempercepat pembangunan infrastruktur strategis yang meliputi jalan dan jembatan, drainase, pelabuhan, bandara, jaringan distribusi air minum, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), pengelolaan limbah B3, serta fasilitas kesehatan dan pelayanan publik lainnya.

Amsakar menegaskan bahwa investasi dan pembangunan infrastruktur merupakan dua hal yang saling mendukung.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap investor yang datang memperoleh kepastian usaha, dukungan infrastruktur yang memadai, serta pelayanan yang cepat dan profesional. Dengan sinergi tersebut, investasi yang masuk tidak hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Amsakar.(redaksi)

By Redaksi

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!