FokusBatam.com – Bertepatan dengan momentum Hari Kartini, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menegaskan langkah nyatanya dalam memperjuangkan kesetaraan gender di tengah percepatan transformasi digital.
Melalui strategi keberlanjutan GoZero% – Sustainability Action, Telkom mengimplementasikan prinsip Keberagaman, Kesetaraan, dan Inklusi secara terukur dengan target keterwakilan perempuan di level manajerial mencapai 27% pada tahun 2030.
Upaya ini dilakukan untuk memperkuat organisasi agar lebih adaptif dan inovatif dengan menghadirkan perspektif perempuan yang lebih luas dalam pengambilan keputusan strategis.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menyampaikan bahwa kesetaraan gender merupakan fondasi utama dalam membangun organisasi yang inklusif. Ia menekankan pentingnya membuka pintu kesempatan bagi perempuan untuk mengaktualisasikan diri di posisi-posisi penting.
“Kami percaya perempuan Indonesia memiliki potensi dan kemampuan yang sangat besar. Yang dibutuhkan adalah kesempatan yang setara untuk berkembang, mengaktualisasikan diri, serta mengambil peran strategis dalam kepemimpinan. Ketika akses itu dibuka, perempuan dapat memberi kontribusi nyata bagi mendorong inovasi, serta memberi manfaat bagi masyarakat dan bangsa,” ujarnya.
Hingga tahun 2025, proporsi perempuan di TelkomGroup tercatat telah mencapai 31,7% dari total karyawan, dengan 21% di antaranya sudah menempati posisi manajerial.
Selain itu, peningkatan partisipasi juga terlihat pada fungsi-fungsi teknis dan strategis, termasuk bidang Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika (STEM) sebesar 8,1%. Representasi kepemimpinan perempuan di tingkat tertinggi yang dijalankan oleh Dian Siswarini sendiri menjadi bukti nyata bagaimana perempuan berperan aktif mendorong transformasi sekaligus meraih berbagai penghargaan bergengsi di industri telekomunikasi digital.
Sejalan dengan semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini, pemberdayaan perempuan di era modern ini dimaknai oleh Telkom sebagai upaya membuka akses setara terhadap informasi dan kemajuan teknologi.
Mengenai hal ini, Dian menegaskan bahwa konektivitas adalah kunci utama pemberdayaan. “Di era digital, konektivitas menjadi jembatan penting agar perempuan semakin berdaya. Dengan akses yang seluas-luasnya terhadap informasi, pengetahuan, dan peluang, perempuan dapat lebih maju dan berkembang,” pungkasnya.
Untuk mendukung produktivitas talenta perempuan, TelkomGroup juga memastikan lingkungan kerja yang kondusif dengan menyediakan fasilitas pendukung seperti Telkom Daycare dan ruang laktasi.
Melalui berbagai inisiatif pengembangan talenta dan dukungan komunitas internal, Telkom berkomitmen menciptakan budaya kerja yang setara demi membangun organisasi yang lebih tangguh serta masa depan Indonesia yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (redaksi)

